PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM

Pada hari selasa tgl 19 Oktober 2021 dengan mata kuliah Pemikiran dan Peradaban islam yang di bimbing oleh Bapak Ngainun Naim. kali ini membahas tentang Wilayah pengkajian Islam

Ada beberapa aspek-aspek Islam yang bisa di teliti

Islam itu dibagi menjadi 2:

1. Belief (Keyakinan)

2. Praktis keberagamaan

Rukun iman adalah dasar dari kebenaran kita. Ruku iman bertujuan agar kita menyakini bahwa Nabi dan Rasul adalah manusia utusan Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan kabar gembira dan ancaman di muka bumi. Beriman kepada Nabi dan Rasul ialah mencapai segala ajaranya baik dari lisan maupun mengikuti jejak suri auladan Nabi dan Rasul. 

Ada beberapa dimensi yang ada di dalam ajaran Islam:

1. Ideologis

    berkenaan dengan perangkat kepercayaan (belief) yang memberikan “premis eksistensial” untuk menjelaskan Tuhan, alam, manusia, dan hubungan di antara mereka. Kepercayaan ini dapat berupa makna yang menjelaskan tujuan Tuhan dan peranan manusia dalam mencapai tujuan itu. Kepercayaan dapat juga berupa pengetahuan tentang perangkat tingkah laku yang baik yang dikehendaki agama. 

2. Intelektual

    mengacu pada pengetahuan agama apa yang tengah atau harus diketahui orang tentang ajaran-ajaran agamanya. Pada dimensi ini, penelitian agama dapat diarahkan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat melek agama para pengikut agama yang diteliti; atau tingkat ketertarikan mereka mempelajari agamanya. 

Bagian keagamaan yang bersifat afektif, yaitu keterlibatan emosional dan sentimentil terhadap pelaksaan ajaran agama yaitu:

1. Konfirmatif  => merasakan kehadiran Tuhan. 

2. Responsif     => merasa bahwa tuhan menjawab kehendak atau keluhan

3. Eskatik         => merasakan hubungan akrab penuh cinta dengan tuhan

4. Partisipatif   => merasa menjadi kawan setia Tuhan dengan menyertai Tuhan dalam melakukan karya Illahi.

3. Dimensi eksperensial
    
    Agama yang bersifat afektif tingkah laku. Keberagamaan yang berkaitan dengan perasaan keagamaan seseorang. Sebagai contohnya merasakan kekhusukan saat sholat dan ketenangan saat mendengar Al-Qur’an. 

4. Ritualistik

    Merujuk pada ritus-ritus keagamaan yang dianjurkan oleh agama dan atau dilaksanakan oleh para pengikutnya. Dimensi ini meliputi pedoman-pedoman pokok pelaksanaan ritus dan pelaksanaan ritus tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat meneliti frekuensi, prosedur, pola, sampai kepada makna ritus2 tersebut secara individual, sosial, maupun kultural. Ritual yang behubungan dengan pemujaan sembahyang, atau ibadah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM